RESOURCES
Startegi Menghadapi Tantangan Fisik:
“Aduhh, kayaknya aku nggak sempat baca Alkitab hari ini…”
Kalimat itu mungkin sudah terlalu sering kita ucapkan. Bukan karena kita nggak mau, tapi karena hari-hari terasa terlalu padat, terlalu cepat, dan kita terlalu lelah. Dari pagi sampai malam, jadwal penuh dengan aktivitas, tanggung jawab, notifikasi yang tiada henti, dan rutinitas yang melelahkan. Dan saat hari berakhir, kita merasa bersalah… karena Tuhan lagi-lagi tidak masuk dalam daftar prioritas.
Yesus pun hidup di dunia yang penuh tuntutan. Dalam Markus 1:35, dikisahkan bahwa Ia bangun pagi-pagi benar, saat hari masih gelap, untuk menyendiri dan berdoa. Yesus tahu betapa pentingnya waktu bersama Bapa, bahkan di tengah pelayanan yang sangat sibuk. Tuhan bukan Allah yang menuntut kita “sempurna,” tapi Ia rindu kita hadir—bukan hanya secara fisik, tapi juga dengan hati yang haus akan Dia.
Sebenarnya, bukan waktu yang jadi masalah utama—tapi prioritas.
Dalam 24 jam, kita selalu bisa menyelipkan scrolling media sosial, nonton satu episode drama Korea, atau ngobrol santai. Tapi… kenapa untuk Tuhan terasa berat?
Mungkin karena:
• Kita terganggu oleh banyak distraksi kecil yang nggak kita sadari.
• Kita kelelahan, dan lupa bahwa firman Tuhan justru adalah sumber kekuatan kita.
• Kita menunda karena merasa, “Nanti saja, kalau sudah punya waktu lebih.” Padahal, saat kita menjadikan Tuhan pusat hidup, justru waktu jadi lebih terarah dan hati lebih tenang.
Berikut beberapa cara sederhana tapi efektif untuk tetap terhubung dengan Tuhan di tengah kesibukan:
Sisihkan 10 Menit di Awal Hari.
Bangun sedikit lebih awal untuk membaca satu pasal dan berdoa singkat. Gunakan aplikasi seperti YouVersion atau ABBA90 untuk membantu.
Ubah “Dead-Time” Jadi “Devotion Time”
Lagi nunggu antrian? Naik kendaraan umum?Dengarkan audio Bible atau renungan singkat di waktu-waktu ini.
Jadwalkan Tuhan Seperti Jadwal Meeting.
Tulis dalam to-do list: “Waktu bersama Tuhan.”Jangan anggap ini sepele.
Ajak Orang Lain Baca Bareng.
Punya partner rohani membantu kita tetap konsisten dan saling mengingatkan.
Bagi yang sudah bergabung dalam pembacaan ABBA90, ikuti panduan yang telah dibagikan panitia dengan membaca 3 pasal sehari kemudian laporkan di grup ayat favorit dan refleksi pribadinya.
Tuhan nggak sedang menunggu kita membaca 10 pasal sehari atau berdoa sejam penuh. Yang Ia inginkan adalah hati yang rindu dan hadir. Bahkan lima menit yang sungguh-sungguh bisa mengubah arah hari kita.
“Kalau kamu terlalu sibuk untuk Tuhan, mungkin kamu sedang terlalu sibuk untuk hal yang salah.”— Corrie ten Boom
Hari ini, yuk berhenti berkata, “Aku nggak punya waktu.” Mulailah berkata, “Aku akan membuat waktu untuk Tuhan, karena Dialah sumber segalanya.”